Kamis, 28 April 2016

DKK Bangun 6 Puskesmas Induk, Ini Daftarnya

 

Layanan kesehatan Sukoharjo, ada enam puskesmas induk yang dibangun DKK.
Solopos.com, SUKOHARJO--Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo berencana membangun enam puskesmas induk pada 2016. Hal itu dilakukan guna menyokong program akreditasi puskesmas dan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Guntur Subiyantoro, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (26/4/2016). Empat puskesmas induk di Sukoharjo bakal direhab total pada 2016. Keempat puskesmas induk itu yakni Puskesmas Kartasura, Polokarto, Mojolaban, dan Nguter.
“Pembangunan dua puskesmas induk tahap I yakni Puskesmas Baki dan Bulu sudah dikerjakan pada 2015. Tahun ini dilanjutkan pembangunan tahap II kedua puskesmas induk itu. Jadi total jumlah puskesmas induk yang dibangun enam puskesmas,” kata dia, Selasa (26/4/2016).
Menurut Guntur, pembangunan enam puskesmas induk ditargetkan rampung pada akhir tahun. Sehingga sarana dan prasarana kesehatan di setiap puskesmas memadai untuk menunjang pelayanan masyarakat. Pembangunan puskesmas di 12 kecamatan se-Sukoharjo dilakukan guna menyokong program akreditasi puskesmas.
Untuk mewujudkan akreditasi puskesmas, lanjut Guntur,  diperlukan sinergitas  antara pimpinan dengan seluruh pegawai di lingkungan puskesmas itu. Kolaborasi itu merupakan kunci untuk mewujudkan program akreditasi di puskesmas.
“Berbagai elemen akreditasi puskesmas harus tercapai mulai dari sarana dan prasarana memadai dan sinergitas pegawai di setiap puskesmas,” tutur Guntur.
Kendati puskesmas induk di Sukoharjo telah memadai, namun Guntur tetap mengalokasikan anggaran untuk renovasi sejumlah puskesmas pembantu (Pustu) di setiap kecamatan. Kondisi bangunan Pustu di beberapa kecamatan mendesak atau urgent untuk direnovasi.
Lebih jauh, Guntur menjelaskan bakal menambah tiga puskesmas induk di Kecamatan Kartasura, Grogol dan Mojolaban dalam waktu lima tahun mendatang. “Jumlah penduduk di ketiga kecamatan itu cukup banyak sehingga dibutuhkan tambahan puskesmas untuk mengkaver pelayanan kesehatan masyarakat,” terang dia.



Share:

1 komentar:

  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    BalasHapus