Sukoharjo sebagai salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah yang mempunyai potensi alam dan pertanian yang cukup baik.
Salah satu sektor pendukung untuk sektor pertanian yang ada di Kabupaten Sukoharjo adalah adanya dukungan infrastruktur yang berupa sistem irigasi yang menunjang. Ketersediaan sistem irigasi yang ada di kabupaten Sukoharjo sangat diperlukan sebagai urat nadi pemberdayaan pertanian di kabupaten Sukoharjo.
Peran pemerintah dalam upaya pengelolaan sistem irigasi yang ada di kabupaten Sukoharjo ini pada dasarnya sesuai dengan tujuan pelaksanaan otonomi daerah yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka pelaksanaan perannya tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo melaksanakan rehabilitasi sistem irigasi yang ada di daerah kabupaten Sukoharjo.
Langkah rehabilitasi sistem irigasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo ini ditujukan untuk dapat meningkatkan potensi pertanian yang ada di kabupaten Sukoharjo. Maka dari itu, diperlukan adanya perlindungan hukum yang mengatur hubungan hukum antara Pengguna Jasa dengan Penyedia Jasa (Perencana Konstruksi, Pelaksana Konstruksi dan Pengawas Konstruksi) dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. Mengingat adanya berbagai kerusakan yang ada di beberapa daerah di Kabupaten Sukoharjo khususnya di daerah Colo Timur, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo dengan PT. Bima Patria Pradanaraya melakukan kerjasama untuk melakukan rehabilitasi irigasi yang ada di daerah Sukoharjo yang disebut dengan Perjanjian Kerjasama.
Dengan Visi Mewujudkan pertanian yang modern, tangguh dan efisien serta Misi Mewujudkan masyarakat pertanian yang mandiri, maju, sejahtera dan berkeadilan maka Kabupaten Sukoharjo melalui Dinas Pertanian di bawah pimpinan Ir. Sri Sutarni berupaya melaksanakan program pertanian bidang tanaman pangan, diantaranya
1. Upaya pelestarian Swasembada beras
2. Upaya pencapaian swassembada kedelai
3. Upaya pencapaian swasembada Jagung
4. Pengembangan Hortikultura
5. Pengembangan pra sarana, sumberdaya dan kelembagaan pertanian
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor perekonomian yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan Kabupaten Sukoharjo relatif tinggi dan berdasarkan visi Kabupaten Sukoharjo Tahun 2006-2010 sektor pertanian merupakan sektor yang menjadi tumpuan dan harus terus dikembangkan.
Pembangunan pertanian yang berkelanjutan memerlukan strategi pengembangan, baik strategi pengembangan dalam jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Untuk itu perlu adanya kajian lebih mendalam mengenai strategi pengembangan yang tepat dalam pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi sektor perekonomian dan sektor pertanian di Kabupaten Sukoharjo berdasarkan Tipologi Klassen serta strategi pengembangan sector pertanian baik jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Metode dasar penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Daerah penelitian diambil secara sengaja (purposive), yaitu Kabupaten Sukoharjo. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS)
Kabupaten Sukoharjo dan Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo. Data yang digunakan berupa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sukoharjo dan Provinsi Jawa Tengah 2003-2007, pertumbuhan dan distribusi PDRB sektor perekonomian Kabupaten Sukoharjo 2003-2007, data letak geografis Kabupaten Sukoharjo, data kependudukan, data pemerintahan dan data yang ada dalam Sukoharjo dalam Angka 2007.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klasifikasi sektor perekonomian di Kabupaten Sukoharjo berdasarkan Tipologi Klassen adalah: Sektor prima meliputi Sektor Bangunan; Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran; Sektor Pengangkutan dan Komunikasi; Sektor Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan; dan Sektor Jasa-jasa; Sektor Potensial meliputi Sektor Pertanian., Sektor Industri Pengolahan; Sektor Berkembang yaitu Sektor Listrik dan Air Minum;; Sektor Terbelakang meliputi Sektor Pertambangan dan Penggalian. Klasifikasi sektor pertanian di Kabupaten Sukoharjo berdasarkan Tipologi Klassen yaitu: Subsektor prima yaitu subsektor tanaman bahan makanan; subsektor berkembang yaitu subsektor perikanan; subsektor potensial yaitu subsektor peternakan; subsektor terbelakang yaitu subsektor perkebunan dan subsektor kehutanan.
Strategi pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Sukoharjo terdiri dari strategi jangka pendek adakah dengan pengotimalan potensi subsektor prima (tabama) yang ada yaitu dengan cara diversifikasi pasar, kerjasama dengan pihak swalayan, membuka lapangan kerja untuk pengemasan dan pemasaran, penetapkan harga oleh pemerintah. Subsektor potensial (subsektor peternakan) strateginya yaitu dengan meningkatkan laju pertumbuhannya dengan cara meningkatkan produksi peternakan dengan menurunkan harga ternak dan meningkatkan konsumen (daya beli masyarakat), menurunkan harga pakan ternak, gaduh ternak, memanfaatkan kotoran dan urine ternak sebgai pupuk organik dan menjalin kerjasama dengan
Kabupaten lain. Strategi jangka menengah yaitu strategi untuk mengembangkan subsektor berkembang menjadi subsektor potensial (subsektor perikanan), strateginya yaitu dengan meningkatkan kontribusinya dengan cara meningkatkan produksi dan meningkatkan daya beli masyarakat. Strategi jangka panjang yaitu dengan pengembangan subsektor prima (subsektor tabama) strateginya yaitu dengan menjaga kesuburan tanah, perwujudan pertanian organik, penetapan daerah sebagai penghasil komoditi unggulan, sistem tanam bergilir. Alternatif kedua yaitu mengkombinasikan subsektor tabama dengan subsektor peternakan.
Strateginya dengan dengan pemanfaatan kotoran ternak dan urine sebagai pupuk organik, peningkatan teknologi ternak dan peningkatan sumber daya petani.
Dampak Kemajuan Di Sektor Pertanian Bagi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo Yang Mengacu Pada Ekonomi Kerakyatan
Hasil Pertanian Padi Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu Kabupaten Penyandang pangan di Jawa Tengah,sehingga produktivitas padi khususnya terus di pacu. Pada tahun 2004 produtivitas padi berhasil mencapai 64.03 Kw /Ha.
Pada tahun 2004 luas panen padi turun sebesar 4,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk luas panen dan produksi tanaman palawija dibandingkan tahun 2003 seperti jagung naik sebesar 16.57% dan 12.40 %, ketela pohon naik sebesar 10.88% dan 24.44%, Ketela rambat turun 68,42% dan 67,69%, kacang tanah naik sebesar 28.27% dan 3.45%, kedelai naik 17.10% dan 35,21%, kacang hijau naik 92,10% dan 17,60%.
Produksi beberapa jenis sayuran (kacang panjang, tomat, terong, ketimun, kangkung, bayam) dibandingkan tahun 2003 mengalami fluktuasi. Komoditas yang mengalami kenaikan diantaranya kacang panjang, tomat ketimun, sedangkan yang mengalami penurunan produksi yaitu cabe, terong, kangkung dan bayam.
Produksi beberapa jenis buah-buahan seperti kedondong, mangga jambu biji, sawo, pepaya, pisang, ngka, mlinjo, semangka dan melon dibangingkan dengan tahun 2003 juga mengalami fluktuasi. Beberapa jenis komoditas buah-buahan yang mengalami kenaikan produksi yaitu jambu biji, sawo, pepaya, dan melon sedangkan yang mengalami penurunan produksi dibandingkan tahun 2001 diantaranya kedondong, mengga, pisang, nangka, mlinjo dan semangka.
Kecamatan
|
panen
|
kw/ha
|
ton
|
panen
|
kw/ha
|
ton
|
01.Weru
|
109
|
35,14
|
383
|
837
|
150,57
|
12.603
|
02.Bulu
|
751
|
35,25
|
2.647
|
987
|
151,63
|
14.966
|
03.Tawangsari
|
745
|
35,61
|
2.653
|
892
|
151,17
|
13.484
|
04.Sukoharjo
|
145
|
35,35
|
515
|
75
|
150,74
|
1.131
|
05.Nguter
|
90
|
35,50
|
319
|
504
|
153,16
|
7.719
|
06.Bendosari
|
1.033
|
35,94
|
3.713l
|
750
|
151,79
|
11.384
|
07.Polokarto
|
913
|
37,35
|
3.410
|
752
|
153,89
|
11.573
|
08.Mojolaban
|
6
|
37,29
|
22
|
0
|
0,00
|
0
|
09.Grogol
|
1
|
36,02
|
4
|
68
|
151,73
|
1.032
|
10.Baki
|
40
|
71,18
|
285
|
1
|
152,18
|
15
|
11.Gatak
|
59
|
71,06
|
419
|
2
|
151,81
|
30
|
12.Kartasura
|
51
|
72,57
|
370
|
0
|
0,00
|
0
|
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa hasil dari sector pertanian di kabupaten sukoharjo sangat menguntungkan bagi pemerintah sukoharjo. Disamping itu warga sukoharjo dapat membeli hasil pertanian hasil dari daerah sendiri dengan harga yang murah. Para petani di sukoharjo juga mendapat keuntungan berlipat dengan suksesnya panen mereka. Memang sukoharjo itu makmur.







0 komentar:
Posting Komentar