Senin, 21 Maret 2016
Agrowista Kampung Jamur Di Polokarto
Agro wisata jamur kuping yg di pimpin
oleh Bp. Sumidi (Ketua Kelompok Sumber Makmur) ini memiliki tenaga tetap
sejumlah 20 orang. Pengembangan budidaya ini dengan sistem plasma di mana para
petani jamur mulai dari proses pembibitan sampai proses penjualan hasil
dilakukan pembimbingan secara gratis dan penyaluran hasil panen
sehingga petani tidak perlu takut kalau hasil produksinya tidak laku. Hasil
panen biasanya di kirim ke Jawa Barat dan Jakarta di samping untuk memenuhi
kebutuhan lokal.
Satu (1)
baglog di hargai 1.800 rupiah, masa produktifnya 4 bulan per baglog akan
menghasilkan 7 ons tiap panen untuk daerah panas seperti Polokarto sedang di
daerah dingin akan lebih meningkat. Dari proses pembibitan hingga panen
membutuhkan waktu 45 hari, masa panen seminggu sekali pada saat musim panas dan
seminggu 2 kali pada musim dingin. Setelah baglog mencapai 4 bulan maka harus
diganti dengan yang baru,yang lama akan di jadikan pupuk dan kantong plastiknya
akan didaur ulang .
Kemajuan Sektor Pertanian Di Sukoharjo
Sukoharjo sebagai salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah yang mempunyai potensi alam dan pertanian yang cukup baik.
Salah satu sektor pendukung untuk sektor pertanian yang ada di Kabupaten Sukoharjo adalah adanya dukungan infrastruktur yang berupa sistem irigasi yang menunjang. Ketersediaan sistem irigasi yang ada di kabupaten Sukoharjo sangat diperlukan sebagai urat nadi pemberdayaan pertanian di kabupaten Sukoharjo.
Peran pemerintah dalam upaya pengelolaan sistem irigasi yang ada di kabupaten Sukoharjo ini pada dasarnya sesuai dengan tujuan pelaksanaan otonomi daerah yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka pelaksanaan perannya tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo melaksanakan rehabilitasi sistem irigasi yang ada di daerah kabupaten Sukoharjo.
Langkah rehabilitasi sistem irigasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo ini ditujukan untuk dapat meningkatkan potensi pertanian yang ada di kabupaten Sukoharjo. Maka dari itu, diperlukan adanya perlindungan hukum yang mengatur hubungan hukum antara Pengguna Jasa dengan Penyedia Jasa (Perencana Konstruksi, Pelaksana Konstruksi dan Pengawas Konstruksi) dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. Mengingat adanya berbagai kerusakan yang ada di beberapa daerah di Kabupaten Sukoharjo khususnya di daerah Colo Timur, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo dengan PT. Bima Patria Pradanaraya melakukan kerjasama untuk melakukan rehabilitasi irigasi yang ada di daerah Sukoharjo yang disebut dengan Perjanjian Kerjasama.
Dengan Visi Mewujudkan pertanian yang modern, tangguh dan efisien serta Misi Mewujudkan masyarakat pertanian yang mandiri, maju, sejahtera dan berkeadilan maka Kabupaten Sukoharjo melalui Dinas Pertanian di bawah pimpinan Ir. Sri Sutarni berupaya melaksanakan program pertanian bidang tanaman pangan, diantaranya
1. Upaya pelestarian Swasembada beras
2. Upaya pencapaian swassembada kedelai
3. Upaya pencapaian swasembada Jagung
4. Pengembangan Hortikultura
5. Pengembangan pra sarana, sumberdaya dan kelembagaan pertanian
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor perekonomian yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan Kabupaten Sukoharjo relatif tinggi dan berdasarkan visi Kabupaten Sukoharjo Tahun 2006-2010 sektor pertanian merupakan sektor yang menjadi tumpuan dan harus terus dikembangkan.
Pembangunan pertanian yang berkelanjutan memerlukan strategi pengembangan, baik strategi pengembangan dalam jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Untuk itu perlu adanya kajian lebih mendalam mengenai strategi pengembangan yang tepat dalam pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi sektor perekonomian dan sektor pertanian di Kabupaten Sukoharjo berdasarkan Tipologi Klassen serta strategi pengembangan sector pertanian baik jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Metode dasar penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Daerah penelitian diambil secara sengaja (purposive), yaitu Kabupaten Sukoharjo. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS)
Kabupaten Sukoharjo dan Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo. Data yang digunakan berupa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sukoharjo dan Provinsi Jawa Tengah 2003-2007, pertumbuhan dan distribusi PDRB sektor perekonomian Kabupaten Sukoharjo 2003-2007, data letak geografis Kabupaten Sukoharjo, data kependudukan, data pemerintahan dan data yang ada dalam Sukoharjo dalam Angka 2007.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klasifikasi sektor perekonomian di Kabupaten Sukoharjo berdasarkan Tipologi Klassen adalah: Sektor prima meliputi Sektor Bangunan; Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran; Sektor Pengangkutan dan Komunikasi; Sektor Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan; dan Sektor Jasa-jasa; Sektor Potensial meliputi Sektor Pertanian., Sektor Industri Pengolahan; Sektor Berkembang yaitu Sektor Listrik dan Air Minum;; Sektor Terbelakang meliputi Sektor Pertambangan dan Penggalian. Klasifikasi sektor pertanian di Kabupaten Sukoharjo berdasarkan Tipologi Klassen yaitu: Subsektor prima yaitu subsektor tanaman bahan makanan; subsektor berkembang yaitu subsektor perikanan; subsektor potensial yaitu subsektor peternakan; subsektor terbelakang yaitu subsektor perkebunan dan subsektor kehutanan.
Strategi pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Sukoharjo terdiri dari strategi jangka pendek adakah dengan pengotimalan potensi subsektor prima (tabama) yang ada yaitu dengan cara diversifikasi pasar, kerjasama dengan pihak swalayan, membuka lapangan kerja untuk pengemasan dan pemasaran, penetapkan harga oleh pemerintah. Subsektor potensial (subsektor peternakan) strateginya yaitu dengan meningkatkan laju pertumbuhannya dengan cara meningkatkan produksi peternakan dengan menurunkan harga ternak dan meningkatkan konsumen (daya beli masyarakat), menurunkan harga pakan ternak, gaduh ternak, memanfaatkan kotoran dan urine ternak sebgai pupuk organik dan menjalin kerjasama dengan
Kabupaten lain. Strategi jangka menengah yaitu strategi untuk mengembangkan subsektor berkembang menjadi subsektor potensial (subsektor perikanan), strateginya yaitu dengan meningkatkan kontribusinya dengan cara meningkatkan produksi dan meningkatkan daya beli masyarakat. Strategi jangka panjang yaitu dengan pengembangan subsektor prima (subsektor tabama) strateginya yaitu dengan menjaga kesuburan tanah, perwujudan pertanian organik, penetapan daerah sebagai penghasil komoditi unggulan, sistem tanam bergilir. Alternatif kedua yaitu mengkombinasikan subsektor tabama dengan subsektor peternakan.
Strateginya dengan dengan pemanfaatan kotoran ternak dan urine sebagai pupuk organik, peningkatan teknologi ternak dan peningkatan sumber daya petani.
Dampak Kemajuan Di Sektor Pertanian Bagi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo Yang Mengacu Pada Ekonomi Kerakyatan
Hasil Pertanian Padi Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu Kabupaten Penyandang pangan di Jawa Tengah,sehingga produktivitas padi khususnya terus di pacu. Pada tahun 2004 produtivitas padi berhasil mencapai 64.03 Kw /Ha.
Pada tahun 2004 luas panen padi turun sebesar 4,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk luas panen dan produksi tanaman palawija dibandingkan tahun 2003 seperti jagung naik sebesar 16.57% dan 12.40 %, ketela pohon naik sebesar 10.88% dan 24.44%, Ketela rambat turun 68,42% dan 67,69%, kacang tanah naik sebesar 28.27% dan 3.45%, kedelai naik 17.10% dan 35,21%, kacang hijau naik 92,10% dan 17,60%.
Produksi beberapa jenis sayuran (kacang panjang, tomat, terong, ketimun, kangkung, bayam) dibandingkan tahun 2003 mengalami fluktuasi. Komoditas yang mengalami kenaikan diantaranya kacang panjang, tomat ketimun, sedangkan yang mengalami penurunan produksi yaitu cabe, terong, kangkung dan bayam.
Produksi beberapa jenis buah-buahan seperti kedondong, mangga jambu biji, sawo, pepaya, pisang, ngka, mlinjo, semangka dan melon dibangingkan dengan tahun 2003 juga mengalami fluktuasi. Beberapa jenis komoditas buah-buahan yang mengalami kenaikan produksi yaitu jambu biji, sawo, pepaya, dan melon sedangkan yang mengalami penurunan produksi dibandingkan tahun 2001 diantaranya kedondong, mengga, pisang, nangka, mlinjo dan semangka.
Kecamatan
|
panen
|
kw/ha
|
ton
|
panen
|
kw/ha
|
ton
|
01.Weru
|
109
|
35,14
|
383
|
837
|
150,57
|
12.603
|
02.Bulu
|
751
|
35,25
|
2.647
|
987
|
151,63
|
14.966
|
03.Tawangsari
|
745
|
35,61
|
2.653
|
892
|
151,17
|
13.484
|
04.Sukoharjo
|
145
|
35,35
|
515
|
75
|
150,74
|
1.131
|
05.Nguter
|
90
|
35,50
|
319
|
504
|
153,16
|
7.719
|
06.Bendosari
|
1.033
|
35,94
|
3.713l
|
750
|
151,79
|
11.384
|
07.Polokarto
|
913
|
37,35
|
3.410
|
752
|
153,89
|
11.573
|
08.Mojolaban
|
6
|
37,29
|
22
|
0
|
0,00
|
0
|
09.Grogol
|
1
|
36,02
|
4
|
68
|
151,73
|
1.032
|
10.Baki
|
40
|
71,18
|
285
|
1
|
152,18
|
15
|
11.Gatak
|
59
|
71,06
|
419
|
2
|
151,81
|
30
|
12.Kartasura
|
51
|
72,57
|
370
|
0
|
0,00
|
0
|
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa hasil dari sector pertanian di kabupaten sukoharjo sangat menguntungkan bagi pemerintah sukoharjo. Disamping itu warga sukoharjo dapat membeli hasil pertanian hasil dari daerah sendiri dengan harga yang murah. Para petani di sukoharjo juga mendapat keuntungan berlipat dengan suksesnya panen mereka. Memang sukoharjo itu makmur.
Jumat, 18 Maret 2016
Cerita Sukses Tukiman Buka 10 Cabang Soto Kwali Sukoharjo Makmur di Batam
Tukiman bersama istri saat melayani pembeli di Soto Kwali Sukoharjo
Makmur di Ruko Legenda Malaka, Batam Centre, Rabu (14/10/2015)
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Meski tidak memiliki pendidikan yang tinggi, Tukiman, putra asal Sukoharjo, Jawa Tengah kini sukses sebagai juragan Soto Kwali Sukoharjo Makmur di Batam.
Ya pria paroh baya yang hanya memiliki ijazah SD ini telah memiliki 10 cabang Soto Kwali Sukoharjo Makmur di Batam.
Tribun Batam berkesempatan berbincang dengan Tukiman, Rabu (14/10/2015) sore.
Dua petak ruko permanen di kawasan Legenda Malaka, tepatnya di seberang SMP 12, Batam Centre, dijadikan outlet pusat seluruh Soto Kwali Sukoharjo Makmur.
Bagian teras depan ruko miliknya jadi pilihan kami memulai obrolan santai sore itu.
Dengan gaya yang sederhana dan rambut yang mulai memutih, Tukiman
dengan ramah dan bersemangat berbagi cerita kepada Tribun Batam.
Hisapan rokok yang ada di tangan menemaninya saat berbincang.
Sejumlah pelanggan sore itu terlihat masih silih berganti berdatangan menikmati racikan soto kwali dari Tukiman.
Pelanggannya didominasi oleh muda-mudi yang ingin santai sambil mengisi perut.
"Yuk mas kita di depan aja ngobrolnya. Ini bangunan keempat yang
telah saya renovasi sejak pertama saya jualan soto kwali, disini," ujar
Tukiman mengawali pembuka cerita
Sebelum sukses menjadi seorang juragan soto kwali, Tukiman harus menerjal jalan berliku.
Berbagai tantangan dan cobaan terus menimpa dirinya.
Dengan susah payah dan tekad yang kuat, dirinya berhasil melalui rintangan demi rintangan.
Satu prinsip yang sangat kuat jadi pegangan Tukiman agar keinginannya sampai bisa berhasil, terlahir dari keluarga yang susah.
Tukiman bertekad ingin membalikkan keadaan khusunya memberikan pendidikan yang layak bagi ketiga anaknya.
Dengan berjuang keras, dirinya berharap anak-anaknya bisa berhasil meraih pendidikan lebih tinggi.
"Saya hanya tamat SD dan berasal dari keluarga miskin. Keadaan ini yang ingin saya balikkan sama anak-anak. Jangan sampai pendidikannya seperti saya. Cukup saya yang merasakan, berijazah SD," cerita Tukiman.
Awal mula membuat usaha soto kwali tidak didapat dengan mudah.
Ketika masih lajang, dirinya merantau ke Semarang dan bekerja sama orang.
Dari situ dirinya banyak belajar tentang membuat usaha dan banyak mendapat masukan dari sahabat dan teman-temannya.
Tukiman bertekad ingin membalikkan keadaan khusunya memberikan pendidikan yang layak bagi ketiga anaknya.
Dengan berjuang keras, dirinya berharap anak-anaknya bisa berhasil meraih pendidikan lebih tinggi.
"Saya hanya tamat SD dan berasal dari keluarga miskin. Keadaan ini yang ingin saya balikkan sama anak-anak. Jangan sampai pendidikannya seperti saya. Cukup saya yang merasakan, berijazah SD," cerita Tukiman.
Awal mula membuat usaha soto kwali tidak didapat dengan mudah.
Ketika masih lajang, dirinya merantau ke Semarang dan bekerja sama orang.
Dari situ dirinya banyak belajar tentang membuat usaha dan banyak mendapat masukan dari sahabat dan teman-temannya.
Perjuangan tersebut dimulai sejak tahun 80-an ketika Tukiman
memutuskan merantau ke Balikpapan Kalimantan untuk mencari nafkah
keluarga, meninggalkan sementara istri dan anak pertamanya yang sering
sakit-sakitan di Jawa.
Karena tidak punya ijazah akademik yang tinggi, Tukiman rela bekerja kasar mengandalkan tenaga menjadi tukang sol sepatu keliling selama hampir 5 tahun dijalaninya.
Melihat tidak ada perkembangan dan tidak ada kemajuan dari segi sosial dan ekonomi, tahun 1991 Tukiman memutuskan hijrah ke Batam yang saat itu Batam terdengar jadi kota yang sedang berkembang.
Dengan hanya berbekal tekad untuk mengubah nasib maka beliau nekat hijrah ke Batam walau pun tidak ada sanak famili yang dituju atau sekedar numpang singgah sebentar.
"Di Batam semuanya saya kerjakan yang penting bisa menghidupi keluarga mulai dari tukang sol sepatu keliling, penjual bakso keliling, berjualan kue putu bambu, mengojek dan menjual gorengan di depan ruko Legenda Malaka yang saat itu baru dalam proses awal pembangunan," jelasnya.
Awal keberadaan Soto Kwali Sukoharjo merupakan buah pikir bagaimana caranya untuk melunasi hutang-hutangnya sambil mempunyai usaha sendiri.
Dengan bekal menggadaikan sertifikat rumah untuk pinjaman usaha, Tukiman memberanikan diri memulai usaha soto kwali pada 2004 silam.
Karena tidak punya ijazah akademik yang tinggi, Tukiman rela bekerja kasar mengandalkan tenaga menjadi tukang sol sepatu keliling selama hampir 5 tahun dijalaninya.
Melihat tidak ada perkembangan dan tidak ada kemajuan dari segi sosial dan ekonomi, tahun 1991 Tukiman memutuskan hijrah ke Batam yang saat itu Batam terdengar jadi kota yang sedang berkembang.
Dengan hanya berbekal tekad untuk mengubah nasib maka beliau nekat hijrah ke Batam walau pun tidak ada sanak famili yang dituju atau sekedar numpang singgah sebentar.
"Di Batam semuanya saya kerjakan yang penting bisa menghidupi keluarga mulai dari tukang sol sepatu keliling, penjual bakso keliling, berjualan kue putu bambu, mengojek dan menjual gorengan di depan ruko Legenda Malaka yang saat itu baru dalam proses awal pembangunan," jelasnya.
Awal keberadaan Soto Kwali Sukoharjo merupakan buah pikir bagaimana caranya untuk melunasi hutang-hutangnya sambil mempunyai usaha sendiri.
Dengan bekal menggadaikan sertifikat rumah untuk pinjaman usaha, Tukiman memberanikan diri memulai usaha soto kwali pada 2004 silam.
Berbekal pengalaman di masa mudanya dulu yang pernah berjualan
soto dengan dipikul keliling perumahan di daerah Kota Semarang, ia
merintis usaha kuliner di Batam.
Soto kwali adalah menu masakan sayur berkuah bening (bukan santan) dan dipadukan bersama nasi putih , serta dimasak di dalam gerabah kwali yang didatangkan langsung dari Solo Jawa Tengah.
"Dua tahun saya pernah bekerja di bidang pembiayaan dana UKM. Disitu saya serapi cara mengelola sebuah usaha, mulai dari managemen, mengelola usaha dan keuangan," jelasnya.
Awal mulai berdiri soto kwali hanya dengan kondisi tempat seadanya, berawal dari bangunan petak kecil dengan dinding triplek, dan berlantai tanah di bekas timbunan rawa.
Musibah kebanjiran juga sering dihadapinya saat itu.
Awalnya berjualan sehari hanya dapat omzet Rp120 ribu.
Termasuk pernah ditimpa musibah kebakaran sebanyak dua kali yakni di tahun 2009 yang menghanguskan seluruh peralatan yang dimilikinya tanpa tersisa sedikitpun.
Soto kwali adalah menu masakan sayur berkuah bening (bukan santan) dan dipadukan bersama nasi putih , serta dimasak di dalam gerabah kwali yang didatangkan langsung dari Solo Jawa Tengah.
"Dua tahun saya pernah bekerja di bidang pembiayaan dana UKM. Disitu saya serapi cara mengelola sebuah usaha, mulai dari managemen, mengelola usaha dan keuangan," jelasnya.
Awal mulai berdiri soto kwali hanya dengan kondisi tempat seadanya, berawal dari bangunan petak kecil dengan dinding triplek, dan berlantai tanah di bekas timbunan rawa.
Musibah kebanjiran juga sering dihadapinya saat itu.
Awalnya berjualan sehari hanya dapat omzet Rp120 ribu.
Termasuk pernah ditimpa musibah kebakaran sebanyak dua kali yakni di tahun 2009 yang menghanguskan seluruh peralatan yang dimilikinya tanpa tersisa sedikitpun.
Musibah serupa juga terjadi pada 2011. Sebagian warung sotonya juga mengalami kebakaran namun hanya sebagian.
Seiring berjalan waktu dan disertai dengan menjaga kualitas bahan, daging dan bumbu kuah soto, maka kapasitas penjualan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Untuk saat ini rata-rata mampu menjual 40 kg sapi dan 20 kg daging ayam setiap harinya.
Pelanggannya tidak hanya masyarakat sekitar perumahan Legenda Malaka, namun semakin banyak, baik masyarakat umum, PNS yang berkantor di kawasan Batam Centre, siswa-siswi sekolah dan karyawan swasta.Denga tenaga kerja kami sekarang berjumlah 25 orang.
Keunggulan Soto Kwali Sukoharjo Makmur terdapat pada rasa kuah soto yang terasa spesial karena menggunakan kaldu daging segar dan dipadukan dengan racikan bumbu tradisional jawa yang cocok sekali dengan selera lidah jawa.
Daging sapi dan daging ayam yang digunakan setiap hari adalah bahan segar sehingga terasa empuk dan gurih.
Daging sapi dan ayam tersebut dipasok oleh rumah potong hewan yang telah bersertifikat Halal.
Soto Kwali Sukoharjo Makmur juga telah mendapatkan sertifikat Rumah Makan Higienis dari Dinkes Batam. (*)
Seiring berjalan waktu dan disertai dengan menjaga kualitas bahan, daging dan bumbu kuah soto, maka kapasitas penjualan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Untuk saat ini rata-rata mampu menjual 40 kg sapi dan 20 kg daging ayam setiap harinya.
Pelanggannya tidak hanya masyarakat sekitar perumahan Legenda Malaka, namun semakin banyak, baik masyarakat umum, PNS yang berkantor di kawasan Batam Centre, siswa-siswi sekolah dan karyawan swasta.Denga tenaga kerja kami sekarang berjumlah 25 orang.
Keunggulan Soto Kwali Sukoharjo Makmur terdapat pada rasa kuah soto yang terasa spesial karena menggunakan kaldu daging segar dan dipadukan dengan racikan bumbu tradisional jawa yang cocok sekali dengan selera lidah jawa.
Daging sapi dan daging ayam yang digunakan setiap hari adalah bahan segar sehingga terasa empuk dan gurih.
Daging sapi dan ayam tersebut dipasok oleh rumah potong hewan yang telah bersertifikat Halal.
Soto Kwali Sukoharjo Makmur juga telah mendapatkan sertifikat Rumah Makan Higienis dari Dinkes Batam. (*)
Destinasi Wisata Unik Di Sukoharjo
Sukoharjo, sebagai salah satu kabupaten di provinsi Jawa Tengah ini
cukup terkenal di Indonesia khususnya sebagai sentra penghasil produk
jamu. Tapi apa iya di wilayahnya cuma ada jamu tradisional saja? Untuk
itu Travelingyuk mengajak sobat sekalian untuk jalan-jalan berkeliling
kota yang berbatasan dengan Kota Solo ini untuk mencari tempat-tempat
kece yang bisa dijadikan tempat plesir yang oke.
Kabupaten Sukoharjo memiliki slogan MAKMUR yang merupakan akronim dari Maju Aman Konstitusional Maju Unggul Rapi. Slogan ini mencerminkan kehidupan yang dilakoni warganya, dimana sebagian besar masyarakat yang tinggal disana memang terkenal amah serta memiliki kondisi lingkungan yang aman. Yuk kita jelajahi lebih dalam potensi wisata apa saja yang dimiliki kota ini.
Kecamatan ini terbagi lagi menjadi 19 desa salah satunya Desa Nguter. Menurut situs resmi pemkab Sukoharjo, setiap desa di kecamatan tersebut terdapat 50-100 penjual jamu gendong. Tak heran jika kemudian daerah ini mendapatkan julukan sebagai Kota Jamu. Jamu yang diproduksi adalah jamu tradisional yang alami tanpa bahan kimia sehingga sangat aman dikonsumsi. Sebelum berkeliling kota ini isi dulu energimu dengan minum jamu tradisional di sana. Kemudian kalian bisa mampir sejenak ke jembatan kereta api di Nguter yang keren jika difoto.
Gunung Taruwongso berada di Desa Tengklik, Kecamatan Tawangsari, kabupaten Sukoharjo, provinsi Jawa Tengah. Konon daerah ini didirikan oleh seorang pangeran Majapahit bernama Banjaran yang lahir dari selir raja. Meski disebut gunung tapi untuk sampai ke puncaknya traveler sudah dimanjakan dengan jalan yang bisa diakses motor jadi tidak perlu susah payah mendaki. Satu, lagi di puncak gunung ini ada makan yang katanya sangat keramat. So, tetap hati-hati dan jaga diri ya.
Nantinya di kawasan seluas 120 hektar tersebut akan memiliki Wahana permainan air seperti perahu kayuh, water boom dan zona outbond. Tak ketinggalan pula di sekitar waduk ini akan dibuka camping ground untuk kemah wisatawan maupun pelajar yang tergabung dalam organisasi pramuka. Di sekitar waduk banyak warung makan lesehan yang menjual aneka menu ikan dari keramba di waduk ini. Waduk Mulur dapat menjadi alternatif tempat berlibur tanpa harus keluar uang banyak.
Bendungan Colo membendung aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi Sukoharjo. Fungsi utamanya adalah untuk irigasi namun melihat pemandangan sekitar yang indah serta konstruksi bendungan yang keren maka tempat ini sebenarnya punya potensi wisata yang besar, hanya saja butuh sedikit perhatian dari pemerintah jika ingin dikomersialisasikan. Kawasan ini sempat digunakan sebagai tempat rekreasi terlihat dari adanya taman bermain yang terbengkalai di pinggir bendungan. Sayang banget memang fasilitas tersebut tidak terpelihara padahal kawasan ini cukup potensial untuk menarik wisatawan.
Karena konstruksinya hanya terbuat dari material tradisional yaitu sesek bambu maka warga sekitar lebih familiar menyebut jembatan ini dengan nama Jembatan Sesek. Jembatan ini sempat rusak diterjang banjir dan juga angin kencang yang membuat aktivitas warga terganggu. Namun bagi traveler, keunikan jembatan ini bisa menjadi latar fotografi yang unik. Kamu musti foto-foto kesini, dengan catatan kalau jembatannya masih ada.
Praktis Alas Karet ini menjadi tempat favorit fotografer untuk hunting gambar. Anak muda pun juga banyak yang berkunjung untuk foto selfie atau sekedar bersantai. Tak jarang pula pasangan kekasih yang menggelar sesi foto pre-wedding di hutan ini karena memang pemandangan di sana keren abis. Kalau mau menangkap foto dengan tema human interest kalian bisa berkunjung pagi-pagi buta, akan banyak pekerja yang datang untuk menyadap getah karet.
Belum banyak pengunjung yang datang ke air terjun ini, hanya anak-anak muda yang hobi bertualang dan blusukan saja yang mengetahui keberadaan air terjun kecil yang cantik ini. Curug Krajan cocok dikunjungi pada akhir pekan untuk merefresh pikiran.
Ternyata cerita ini ada kaitannya dengan Gunung Sepikul yang ada di desa Gentan Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo. Gunung ini ada di kawasan wisata Batu Seribu dan konon gunung batu ini dipercaya warga sebagai bahan dasar pembuatan Candi Prambanan dan ketika Bandung Bondowoso gagal, ia meninggalkan begitu saja tumpukan batu tersebut hingga menjadi gunung yang dikenal dengan Gunung Sepikul ini.
Sukoharjo kota kecil yang menyimpan banyak potensi wisata keren ini butuh sedikit polesan dari pemerintah untuk mengembangkan segala potensi yang ada agar menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi traveler. Modal dasar berupa keindahan alam sudah terpenuhi hanya peningkatan fasilitas saja yang perlu diperbarui. Sobat Travelingyuk yang punya referensi tempat keren lain di Sukoharjo bisa ikut berbagi dengan mengisi kolom komentar di bawah ini.
Kabupaten Sukoharjo memiliki slogan MAKMUR yang merupakan akronim dari Maju Aman Konstitusional Maju Unggul Rapi. Slogan ini mencerminkan kehidupan yang dilakoni warganya, dimana sebagian besar masyarakat yang tinggal disana memang terkenal amah serta memiliki kondisi lingkungan yang aman. Yuk kita jelajahi lebih dalam potensi wisata apa saja yang dimiliki kota ini.
1. Biar Seger Kunjungi Dulu Desa Nguter, Cicipi Kesegaran Jamu Tradisionalnya
Zaman dahulu cukup mudah menemukan penjual jamu gendong berkeliling, tapi kini jumlahnya menyusut drastis bahkan di kota-kota besar sudah jarang sekali terlihat. Kangen dengan momen seperti itu? Tenang, penjual jamu gendong masih bisa traveler jumpai di Kabupaten Sukoharjo, kamu tinggal main ke kota itu. Sentra produksi jamu tradisional di Kabupaten Sukoharjo berada di kecamatan Nguter.Kecamatan ini terbagi lagi menjadi 19 desa salah satunya Desa Nguter. Menurut situs resmi pemkab Sukoharjo, setiap desa di kecamatan tersebut terdapat 50-100 penjual jamu gendong. Tak heran jika kemudian daerah ini mendapatkan julukan sebagai Kota Jamu. Jamu yang diproduksi adalah jamu tradisional yang alami tanpa bahan kimia sehingga sangat aman dikonsumsi. Sebelum berkeliling kota ini isi dulu energimu dengan minum jamu tradisional di sana. Kemudian kalian bisa mampir sejenak ke jembatan kereta api di Nguter yang keren jika difoto.
2. Melihat Sisi Lain Perkotaan Dari Puncak Gunung Taruwongso
Sukoharjo boleh tidak memiliki laut tapi sebagai gantinya, kota ini dianugerahi lanskap alam yang indah. Cobalah untuk datang ke Gunung Taruwongso. Namanya memang belum dikenal sebagai salah satu destinasi wisata masif, namun itulah yang menjadi kelebihan tempat ini. Traveler dapat menikmati keindahannya dengan puas tanpa perlu rebutan dengan pengunjung lain.Gunung Taruwongso berada di Desa Tengklik, Kecamatan Tawangsari, kabupaten Sukoharjo, provinsi Jawa Tengah. Konon daerah ini didirikan oleh seorang pangeran Majapahit bernama Banjaran yang lahir dari selir raja. Meski disebut gunung tapi untuk sampai ke puncaknya traveler sudah dimanjakan dengan jalan yang bisa diakses motor jadi tidak perlu susah payah mendaki. Satu, lagi di puncak gunung ini ada makan yang katanya sangat keramat. So, tetap hati-hati dan jaga diri ya.
3. Tidak Ada Laut, Waduk Mulur Pun Jadi Tempat Asyik Untuk Rekreasi
Sejak awal tahun 2014 pemerintah kabupaten Sukoharjo tengah serius mengembangkan kawasan Waduk Mulur untuk menjadi obyek wisata. Waduk yang terletak di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari diproyeksikan menjadi salah satu obyek wisata unggulan di kota ini. Pembangunan berbagai fasilitas pendukung tengah dilakukan.Nantinya di kawasan seluas 120 hektar tersebut akan memiliki Wahana permainan air seperti perahu kayuh, water boom dan zona outbond. Tak ketinggalan pula di sekitar waduk ini akan dibuka camping ground untuk kemah wisatawan maupun pelajar yang tergabung dalam organisasi pramuka. Di sekitar waduk banyak warung makan lesehan yang menjual aneka menu ikan dari keramba di waduk ini. Waduk Mulur dapat menjadi alternatif tempat berlibur tanpa harus keluar uang banyak.
4. Nih Tempat Keren Untuk Foto-Foto di Sukoharjo, Bendungan Colo
Kembali lagi ke Kcamatan Nguter atau tepatnya ada di perbatasan antara desa Pengkol dengan desa Sendangijo, kecamatan Selogiri. Ada tempat keren yang bisa kalian gunakan untuk latar belakang foto yaitu Bendungan Colo. Jika Bondowoso punya Bendungan Sampean baru yang kaya di Eropa maka Sukoharjo punya Bendungan Colo yang tak kalah keren.Bendungan Colo membendung aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi Sukoharjo. Fungsi utamanya adalah untuk irigasi namun melihat pemandangan sekitar yang indah serta konstruksi bendungan yang keren maka tempat ini sebenarnya punya potensi wisata yang besar, hanya saja butuh sedikit perhatian dari pemerintah jika ingin dikomersialisasikan. Kawasan ini sempat digunakan sebagai tempat rekreasi terlihat dari adanya taman bermain yang terbengkalai di pinggir bendungan. Sayang banget memang fasilitas tersebut tidak terpelihara padahal kawasan ini cukup potensial untuk menarik wisatawan.
5. Jembatan Sesek yang Artistik di Sukoharjo
Walau Sukoharjo tidak bisa dibilang sebagai daerah terpencil nyatanya di dalam wilayahnya masih ada jembatan penghubung antar wilayah yang terbuat dari bambu. Jembatan yang bernama Brangkal ini terbuat dari potongan bambu dan menjadi satu-satunya alat hubung antara desa Lawu, kecamatan Nguter dengan desa Ngasinan di Kecamatan Bulu.Karena konstruksinya hanya terbuat dari material tradisional yaitu sesek bambu maka warga sekitar lebih familiar menyebut jembatan ini dengan nama Jembatan Sesek. Jembatan ini sempat rusak diterjang banjir dan juga angin kencang yang membuat aktivitas warga terganggu. Namun bagi traveler, keunikan jembatan ini bisa menjadi latar fotografi yang unik. Kamu musti foto-foto kesini, dengan catatan kalau jembatannya masih ada.
6. Indahnya Alas Karet Bikin Traveler Kepelet
Jogja dan Bogor boleh pamer hutan pinus yang banyak dikunjungi anak muda untuk foto-foto, Sukoharjo hadir dengan brand-nya sendiri yaitu hutan karet. Hutan karet ini berada di daerah Polokarto dan warga punya julukan keren tersendiri untuk menyebut daerah ini yaitu Alaska yang merupakan singkatan dari Alas Karet.Praktis Alas Karet ini menjadi tempat favorit fotografer untuk hunting gambar. Anak muda pun juga banyak yang berkunjung untuk foto selfie atau sekedar bersantai. Tak jarang pula pasangan kekasih yang menggelar sesi foto pre-wedding di hutan ini karena memang pemandangan di sana keren abis. Kalau mau menangkap foto dengan tema human interest kalian bisa berkunjung pagi-pagi buta, akan banyak pekerja yang datang untuk menyadap getah karet.
7. Curug Krajan, Air Terjun Mini yang Tetap Menawan Hati
Curug Krajan adalah air terjun yang berasal dari aliran sungai kecil di Desa Krajan Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo. Pun demikian air yang mengalir masih sangat jernih dan bersih lantaran lokasinya yang tersembunyi dan belum banyak dieksplorasi manusia.Belum banyak pengunjung yang datang ke air terjun ini, hanya anak-anak muda yang hobi bertualang dan blusukan saja yang mengetahui keberadaan air terjun kecil yang cantik ini. Curug Krajan cocok dikunjungi pada akhir pekan untuk merefresh pikiran.
8. Gunung Sepikul, Konon Ini Adalah Gunung Peninggalan Bandung Bondowoso
Masih ingat cerita legenda berdirinya Candi Prambanan di Jogja? Destinasi berikut ini ada kaitannya dengan legenda tersebut. Pada saat itu Bandung Bondowoso diminta membangun seribu candi dalam semalam oleh putri Roro Jonggrang jika mau mempersuntingnya. Dengan kesaktiannya ia membangun candi tersebut namun gagal karena tipu muslihat dari sang puteri, akhirnya ia mengutuk Roro Jonggrang menjadi pelengkap candi keseribu.Ternyata cerita ini ada kaitannya dengan Gunung Sepikul yang ada di desa Gentan Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo. Gunung ini ada di kawasan wisata Batu Seribu dan konon gunung batu ini dipercaya warga sebagai bahan dasar pembuatan Candi Prambanan dan ketika Bandung Bondowoso gagal, ia meninggalkan begitu saja tumpukan batu tersebut hingga menjadi gunung yang dikenal dengan Gunung Sepikul ini.
Sukoharjo kota kecil yang menyimpan banyak potensi wisata keren ini butuh sedikit polesan dari pemerintah untuk mengembangkan segala potensi yang ada agar menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi traveler. Modal dasar berupa keindahan alam sudah terpenuhi hanya peningkatan fasilitas saja yang perlu diperbarui. Sobat Travelingyuk yang punya referensi tempat keren lain di Sukoharjo bisa ikut berbagi dengan mengisi kolom komentar di bawah ini.





















